Menit demi menit aku termakan di dalamnya
Tidak lebih akan menunggumu di tempat yang istimewa ini
Mohon sadarkan aku yang terus memutarkan kenangan bersamamu
Maafkan semua organku yang merindukan dekapan tangan darimu
Cinta tak memandang kebodohan
Begitu pun aku yang terjerat kebodohan selalu menunggumu
Semisalnya aku tidak bisa melupakanmu
Apa aku harus salahkan pengabdianku pada ketulusan cinta?
Satu jam saja aku menuntut mimpimu agar kita berjumpa
Tidak mudah menjumpaimu dalam dunia nyata
Terasa begitu sulit melihat dirimu yang kini sudah
bersamanya disana
Resapkan kerinduanku ini pada ujung pusat hatimu
Demi dunia yang akan terus berputar dan demi keadaan yang
akan terus menghujatku
Pilihanku untuk melupakan dirimu begitu cepat adalah salah
Semakin aku mencoba melupakan, cinta ini semakin mengakarkan
kekuatannya
Aku lelah bila terus menunggumu tanpa sebuah isyarat
Mungkin pengorbananku hanya sebatas lelucon bodoh
Terima kasih untuk dirimu yang telah menghadirkan cinta
Namamu akan kuringkas istimewa dalam hatiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar