Semisalnya Kamu Datang
Dengan nafas
yang menurunkan sedikit ketidak berdayaan
Aku akan
sanggup menjadi bagian malam yang akan engkau hangatkan.
Tempat simulasi
pemisahan kita entah mengapa begitu sangat jauh
Kuatkan kerinduan
ini Tuhan yang terus aku ciptakan sendiri.
Lampu pijar,
kilauan sinar mentari, bahkan ratusan tetes hujan seakan mengajakku menari
Melengkapi
dan menjaga kesepian yang melumuti dasar hatiku tanpa hadirmu.
Bagaimana
aku merasa, bagaimana kamu merasa
Kita terlebur
sama-sama merasakannya, jadilah kita sebagai penikmat perasa kerinduan.
Semisalnya
kamu datang, akan ku bawa kamu dalam fantasi kesungguhan bercinta.
Semisalnya
kamu datang, dekapan tubuh ini takkan mungkin lepas oleh sentuhan biasa.
Semisalnya
kamu datang, namamu kini takkan tergantikan kembali.
Aku
lelah menjumpaimu lewat mimpi,
Tanpa canggungnya
kita melewati perputaran dunia yang begitu berbeda.
Terlebih
dengan kicauan suaraku yang terus memanggil namamu di keadaan lelap.
Semoga harapan
bisu yang mengantarkan aku pada pendeskripsian masalah yang kita hadapi bersama
Dengan melibatkan
waktu dan jarak, aku mengharapkan kehadiranmu datang disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar