Seberapa besar kamu menyukai
keadaan aku? Sama sekali aku bukanlah penjamin kebahagiaan di setiap malam yang
terus menggelapi. Kamu tahu hal besar apa yang mampu mengutuk aku untuk
memberikan senyum yang tak pernah lelah? Adalah ketika kamu meminjamkan separuh
hatimu untuk aku penuhi dengan kenangan-kenangan saat kita menjalani hari. Pagi,
siang, dan malam, ialah landasan kita menghempaskan harapan sekencang-kencangnya
di kala mata menutupkan pemejamannya, hanya gerakan hati yang melambung tinggi
di dunia pengharapan cinta yang sering orang bilang. Kita adalah harapan untuk
menghadirkan cinta yang tidak mempermainkan ketulusan.
Bukankah ketulusan itu lumrah bagi
setiap orang ?
Memang !!!
Tapi bagi mereka yang sudah
memahami untuk apa cinta itu terlahir. Cinta bukan dari mata, melainkan dari
penutupan mata yang tertutup. Bukankah orang buta bisa merasakan cinta tanpa
bisa melihat? Aku lebih memilih orang buta di banding dengan para lelaki yang
hanya mengandalkan mata untuk mereka menangkap cinta.
Tunggu….
Sebelumnya aku ingin
menceritakannya kepada semua. Aku buta, tidak bisa mengerjakan sesuatu yang
berhubungan dengan mata. Tapi aku tidak pernah menyesali dengan apa yang
terjadi padaku sampai sekarang. Aku masih bisa menjalani aktivitas seperti
orang biasanya, termasuk cinta. Kalian tidak akan pernah tahu bahwa cinta
bekerja pada hati, bukan dengan mata. Aku akan membuktikannya dalam satu hal.
Aku seperti lingkaran, tidak ada
pemutusan di sepanjang garisnya. Begitulah skema yang sering aku terapkan pada
sebuah cinta. Jika kita mempunyai pasangan, apakah dia akan selalu aman saat
tidak di sampingmu? Aku tidak akan menjamin bahwa Ia akan baik-baik saja. Dunia
tidak seindah dongeng para pangeran-pangeran dan permaisuri, ini adalah dunia
nyata yang menyaksikan jutaan manusia terus mencari cinta sejatinya. Sampai sekarang
aku tidak pernah tahu hal besar apa yang merasuki ragamu bisa mencintai sosok
seperti aku? Dengan penuh kejelasan bahwa aku mempunyai banyak kekurangan. Kamu
selalu menjawabnya dengan penuh gerakan lembut di pipiku, membisikan pada
telinga kananku, cinta adalah anugerah terindah yang di sampaikan Tuhan lewat
diriku, kamu memintanya dan Tuhan mengabulkannya. Aku datang untuk menyambut
cintamu.
Sering kali aku merasakan malu
dengan kekuranganku ini saat menghadapi orang-orang yang engkau sengaja
kenalkan. Aku merasakannya, sebuah ketulusanmu yang tak pernah padam dari sosok
dirimu. Rasanya aku ingin membalas cintamu ini dengan kemampuanku yang tidak
begitu kuat ini. Ya aku tidak lebih memberikan senyuman yang hangat di
sepanjang harinya. Meski sampai saat ini aku belum bisa melihat wajahmu di
pengharapan mataku yang terus menerus mengharapkan penerangan di gelap yang
terus menyelimuti.
Aku memiliki apa yang orang lain
belum tentu memilikinya, pun dengan mereka dengan kelebihannya masing-masing. Aku
mempunyai ketulusan mencintaimu, tidak akan pernah lelah mencintaimu di
sepanjang kita bersama. Berusaha menjagamu dengan kekuranganku. Aku tidak akan
memandang aku buta, aku bangga menjadi buta, dengan kelebihannya mencintai
seseorang tanpa penglihatan, itu hal yang sangat luar biasa. Dan aku pun
percaya pada ketulusan hati.
Kamu adalah alasan yang sering
muncul di alam sadarku, menerawangkan dan menyanyikan nada-nada suaramu yang
terdengar tidak begitu merdu. Adalah penghangat malam yang tidak terlihat
raganya. Adalah penikmat kata-kata yang sering aku eluhkan. Adalah pemaham hati
dimana cinta seharusnya bekerja dengan tulusnya. Kamu adalah pilihan terbaikku.
Terima kasih selalu menjadi teman hidupku.
- @ferdyrobiyanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar