Rabu, 06 November 2013

Dalam Gelap ( Tsunami )


Tidak adakah kabar yang lebih gembira
Di balik semua pemusatanku tentang langkah penyendirianku kini
Aku seakan memakan lupa,
Bagaimana mengenyam kasih sayang dari seluruh penjaga rasa
Langkah kecil ini terasa ingin menari
Dengan dentingan nada lembut dari mereka yang sudah tenang di surga
Dalam gelap…
Aku mencoba menghafal seluruh ribuan kata pemisah dari jarak aku dan mereka
Dalam gelap…
Aku berandaikan mereka dapat menghangatkan tubuh ini secara lembut
Dan dalam gelap …
Doa yang aku lafalkan akan meneduhkan mereka dalam dunia beda
Tentang kolaborasi petang itu terhadap gelombang penuh kekuatan
Raga ini yang masih begitu kaku,
Sangat begitu merasakan di balik mereka yang tergeletak lemah
Kekuatan besar yang memaksa kita berlintas deras air mata
Mungkin pola waktu bisa mengembalikan keadaan
Dengan kekuatan besar-Nya mempertemukan kita di mimpi
Ibu,
Aku mengandaikan tangan lembutmu menyentuh dalam peragaan ini
Ayah,
Aku ingin lebih menyaksikan tawamu yang dapat membuat bibir ini tidak kaku

Minggu, 03 November 2013

Ragam Indonesia


Ternampak cermin di hadapan ini melontarkan apapun kekayaan
Aku melemah,
Ketika sebuah gumpalan air perlahan jatuh dalam pijakan hijau daun
Mendasar dalam setiap pengetahuan
Namun,
Merdeka dalam seluruh aspek
Aku menghakimi nadiku,
Saat ke apatisan ini melekat pada dinding pembentuk logika
Harapkan pemilik negeri tidak hanya pada satu titik
Dengan arwah pemijak tanah di tiap harinya,
Kami disini akan merangkul apapun yang berkait erat dengan negeri tercinta
Kini silahkan salahkan pembangkit jaman
Nadakan pemberontakan pendasaran harapan terbaik
Bukankah kita mengental dengan filosofi dasar penyatuan
Bahasa kita bahkan berbeda dalam setiap pelantunan kicauan
Kebudayaan yang secara harfiah terus terlahir tanpa pemanggilan
Penciptaan keragaman dalam dialy bentuk persatuan
Aku….
Mengatasnamakan bangsa yang menjelma dari perkembangan
Bahkan periodik kemajuan yang akan hinggap pada setiap nadi merah putih