Ternampak cermin di hadapan ini melontarkan apapun kekayaan
Aku melemah,
Ketika sebuah gumpalan air perlahan jatuh dalam pijakan
hijau daun
Mendasar dalam setiap pengetahuan
Namun,
Merdeka dalam seluruh aspek
Aku menghakimi nadiku,
Saat ke apatisan ini melekat pada dinding pembentuk logika
Harapkan pemilik negeri tidak hanya pada satu titik
Dengan arwah pemijak tanah di tiap harinya,
Kami disini akan merangkul apapun yang berkait erat dengan
negeri tercinta
Kini silahkan salahkan pembangkit jaman
Nadakan pemberontakan pendasaran harapan terbaik
Bukankah kita mengental dengan filosofi dasar penyatuan
Bahasa kita bahkan berbeda dalam setiap pelantunan kicauan
Kebudayaan yang secara harfiah terus terlahir tanpa
pemanggilan
Penciptaan keragaman dalam dialy bentuk persatuan
Aku….
Mengatasnamakan bangsa yang menjelma dari perkembangan
Bahkan periodik kemajuan yang akan hinggap pada setiap nadi
merah putih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar